| dc.description.abstract | CV. Tunas Karya sebagai Industri Kecil dan Menengah (IKM) manufaktur menghadapi
permasalahan ketidakteraturan area kerja yang menyebabkan pemborosan gerak,
tingginya angka kesalahan (error rate) mencapai 5 kali per siklus kerja, serta keluhan
ketidaknyamanan fisik dari 75% pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
kebutuhan pekerja, merumuskan spesifikasi desain area kerja yang ergonomis, serta
menganalisis perbandingan tingkat usability sebelum dan sesudah perbaikan. Penelitian
melibatkan 20 pekerja dari divisi cutting, bending, welding, assembly, dan finishing
dengan pendekatan evaluasi berbasis simulasi persepsi. Perancangan redesign dilakukan
menggunakan metode 5W+1H untuk merumuskan konsep perbaikan, dilanjutkan dengan
penerapan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Evaluasi usability mengacu
pada standar ISO 9241-11 yang mengukur efektivitas (error rate), efisiensi (task time),
dan kepuasan (System Usability Scale). Hasil penelitian menunjukkan penurunan error
rate dari 5 menjadi 3 kesalahan per siklus kerja (penurunan 40%), penurunan task time
paling signifikan pada divisi assembly (dari 24 menit 49 detik menjadi 20 menit), serta
peningkatan skor SUS dari 57,25 (kategori marginal) menjadi 82,625 (kategori
acceptable, excellent, grade A). Uji statistik paired t-test mengonfirmasi bahwa
perbedaan signifikan secara statistik (p < 0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa
penerapan metode 5W+1H, 5S, dan usability testing efektif dalam menghasilkan desain
area kerja yang ergonomis, teratur, dan mendukung produktivitas pekerja di sektor IKM
manufaktur. | en_US |