• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Sediaan Nanoemulsi Gel Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) Terstandar Sebagai Penyembuh Luka: Studi In vitro Permeasi Asiatikosida melalui Membran Sintetik Strat-M dan In Vivo Pada Kelinci

    Thumbnail
    View/Open
    24924023.pdf (5.207Mb)
    Date
    2026
    Author
    Alfanura, Anni’sya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Asiatikosida merupakan senyawa bioaktif utama dalam herba pegagan (Centella asiatica) yang memiliki aktivitas penyembuhan luka melalui efek anti- inflamasi, antioksidan, dan stimulasi sintesis kolagen. Namun, berat molekul yang relatif besar menyebabkan penetrasi kulit dan bioavailabilitas lokal asiatikosida menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sediaan nanoemulgel ekstrak herba pegagan sebagai penyembuh luka melalui pendekatan in vitro dan in vivo, serta menganalisis hubungan antara hasil uji tersebut menggunakan pemodelan farmakokinetik–farmakodinamik (FK–FD). Ekstrak herba pegagan diformulasikan ke dalam sistem nanoemulsi dan selanjutnya dicampurkan dengan basis gel untuk menghasilkan sediaan nanoemulgel. Studi in vitro dilakukan melalui uji permeasi melalui membran sintetik Strat-M dengan pengambilan sampel pada jam ke-1, 3, 6, 9, 12, 24, 30, 36. Kadar asiatikosida yang terpermeasi dianalisis menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yang telah tervalidasi sebelumnya. Studi in vivo dilakukan pada model luka sayat punggung kelinci (panjang 1,5 cm, kedalaman 2 mm) dengan kelompok perlakuan meliputi kontrol positif, kontrol negatif, kontrol basis, sediaan nanoemulsi dan nanoemulgel. Pengamatan makroskopis dan pengukuran penyembuhan luka dilakukan pada hari ke-0, 1, 2 4, 6 dan 8. Data hasil uji in vitro dan in vivo selanjutnya dianalisis menggunakan pemodelan FK-FD popoulasi dengan perangkat lunak Monolix 2024R1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel mampu menghantarkan asiatikosida dengan jumlah kumulatif terpermeasi (QA36) sebesar 1,884 μg/cm2. Pada pengujian in vivo, sediaan nanoemulgel meningkatkan efektivitas penyembuhan luka hingga 89,43%. Pemodelan FK-FD populasi menunjukkan adanya kecenderungan hubungan antara jumlah asiatikosida yang terpermeasi dengan respons penyembuhan luka, dimana paparan obat berperan sebagai pendorong utama respons biologis dengan estimasi efek maksimum (Emax) sebesar 71,043%. Hasil evaluasi model menunjukkan bahwa kesesuaian prediksi belum optimal, sehingga model ini lebih tepat digunakan sebagai pendekatan eksploratif dalam menggambarkan hubungan paparan-respon pada sediaan topikal. Secara keseluruhan, formulasi nanoemulgel ekstrak herba pegagan berpotensi meningkatkan efektivitas terapi penyembuhan luka melalui peningkatan permeasi dan paparan obat lokal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63855
    Collections
    • Master of Pharmacy [52]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV