Analisis Ketergantungan Republik Demokratik Kongo Terhadap Investasi Tiongkok pada Sektor Pertambangan Tahun 2020-2025
Abstract
Penelitian ini menganalisis dinamika ketergantungan ekonomi Republik
Demokratik Kongo terhadap investasi Tiongkok pada sektor pertambangan dalam
periode 2020-2025. Kongo memiliki sumber daya mineral yang melimpah, tetapi
negara tersebut tidak mampu dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri.
Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan teknologi dan infrastruktur yang
menyebabkan Kongo menjadi salah satu negara miskin dan bergantung pada aktor
eksternal. Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan baru menurut
Theotonio Dos Santos untuk menelaah hubungan bilateral antara Kongo dan
Tionkok merupakan hubungan kerja sama yang asimetris. Penelitian ini
menyatakan bahwa hubungan bilateral ini mencerminkan bentuk ketergantungan
baru melalui dominasi Tionkok pada ekspor komoditas mentah, investasi asing
langsung, serta penguasaan teknologi pada industri pertambangan. Sehingga
menciptakan ketergantungan jangka panjang bagi Kongo terhadap modal dan
teknologi yang berasal dari Tiongkok. Melalui beberapa skema kerja ssama seperti
perjanjian Sicomines dan kerja sama lainnya dengan Tiongkok, memposisikan
Kongo sebagai penyedia bahan dengan nilai tambah yang rendah. Selain itu, Kongo
sangat bergantung pada ekspor mineral mentah dalam memperoleh devisa,
pendanaan dari Tiongkok dalam mengembangkan infrastruktur, dan teknologi yang
dikendalikan oleh Tiongkok yang menyebabkan Kongo terjebak pada struktur
ketergantungan modern dalam sistem ekonomi global.
Collections
- International Relations [1021]
