| dc.description.abstract | Perkembangan platform komunikasi daring seperti Discord memberikan kemudahan
interaksi bagi pengguna, namun juga berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai bentuk
kejahatan siber. Dalam proses investigasi, bukti digital menjadi elemen penting, terutama
ketika pelaku menghapus data untuk menghilangkan jejak aktivitasnya. Salah satu sumber
bukti yang dapat dimanfaatkan adalah artefak digital yang tersimpan pada browser cache
saat Discord diakses melalui peramban web. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
serta membandingkan kemampuan pemulihan artefak digital Discord dari browser cache
menggunakan beberapa tools forensik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan live
forensic dengan kerangka kerja Enhanced Generic Computer Forensic Investigation Model
(EGCFIM). Proses investigasi dilakukan pada tiga browser, yaitu Google Chrome, Mozilla
Firefox, dan Microsoft Edge, dengan menggunakan tools Autopsy, ChromeCacheView, dan
MZCacheView. Skenario penelitian melibatkan simulasi aktivitas pengguna di Discord
seperti pengiriman pesan teks, penggunaan emoji dan stiker, serta pengiriman file media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak digital seperti username, user ID,
server/channel ID, pesan teks, timestamp, dan file media masih dapat dipulihkan dari
browser cache meskipun data telah dihapus oleh pengguna. Selain itu, terdapat perbedaan
kemampuan masing-masing tools dalam mengekstraksi artefak dari setiap browser. Temuan
ini menunjukkan bahwa browser cache dapat menjadi sumber bukti digital penting dalam
investigasi forensik pada platform Discord berbasis web. | en_US |