Show simple item record

dc.contributor.authorSyaidina, Ghani Hamka
dc.date.accessioned2026-06-29T07:47:47Z
dc.date.available2026-06-29T07:47:47Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63813
dc.description.abstractPenelitian ini membahas perkembangan dan proses mobilisasi serta dampaknya dalam konteks gerakan Boycott, Divestment, dan Sanctions (BDS) pada periode 2023-2024 yang menguat setelah peristiwa 7 Oktober 2023. Eskalasi kekerasan terjadi di Gaza memicu respons global di ruang digital dan aksi fisik di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan teori Aktivisme Siber dari Rodrigo Sandoval- Almazan dan J. Ramon Gil-Garcia dengan empat tahap; Triggering Event, Media Response, Viral Organization, dan Physical Response. Peristiwa 7 Oktober menjadi Triggering Event, diikuti Media Response internasional seperti Al Jazeera, BBC, dan CNN yang memperkuat penyebaran isu. Tahap Viral Organization tampak melalui lonjakan penggunaan tagar pro-Palestina, kampanye digital BDS, serta keterlibatan influencer dan organisasi global. Physical Response dilakukan dalam bentuk demonstrasi, aksi boikot, serta tekanan publik yang mendorong perusahaan dan institusi untuk melakukan divestasi atau memutus kerja sama dengan entitas terkait Israel. Dengan adanya gabungan mobilisasi digital dan aksi nyata menjadikan BDS sebagai bentuk aktivisme transnasional yang efektif memberikan tekanan ekonomi dan politik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAktivisme Siberen_US
dc.subjectBDSen_US
dc.subjectMedia Sosialen_US
dc.subjectMobilisasi Globalen_US
dc.subjectBoikoten_US
dc.subjectPalestinaen_US
dc.titleAktivisme Siber Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) untuk Mendukung Palestina Terhadap Israel Tahun 2023-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323149


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record