Evaluasi Aktivitas Antioksidan Ekstrak Oldenlandia corymbosa dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydrazyl ) dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power)
Abstract
Latar belakang: Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat oksidasi
radikal bebas, yang dapat berasal dari alam ataupun buatan. Antioksidan alami
dapat ditemukan dalam tanaman seperti biji-bijian, buah dan sayuran. Famili
Rubiaceae adalah salah satu golongan tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan.
Genus Oldenlandia dari famili Rubiaceae memiliki spesies Oldenlandia corymbosa
yang secara empiris digunakan sebagai antiradang. Efek farmakologi ini dapat
disebabkan oleh aktivitas antioksidannya. Penelitian sebelumnya melaporkan
bahwa Oldenlandia corymbosa memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan,
tetapi aktivitas antioksidannya rendah dengan IC50 >500ppm menggunakan metode
DPPH. Antioksidan bekerja melalui beberapa mekanisme untuk menangkal radikal
bebas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan
menggunakan metode DPPH dan FRAP serta kadar total flavonoid dan fenolik pada
ekstrak Oldenlandia corymbosa.
Metode: Ekstrak diperoleh melalui sonikasi menggunakan pelarut etanol 96%.
Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan FRAP serta
penetapan kadar total flavonoid dan fenolik menggunakan spektrofotometri UV-Vis.
Hasil: Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP
diperoleh IC50 masing-masing sebesar 530,84 ± 3,56 ppm dan 755,54 ± 0,13 ppm
dengan kandungan total flavonoid dan fenolik sebesar 30,41 ± 0,17 mg RE/g
ekstrak dan 39,04 ± 0,21 mg GAE/g ekstrak.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Oldenlandia corymbosa memiliki
aktivitas antioksidan dengan kategori sangat lemah.
Collections
- Pharmacy [2101]
