• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Distribution of Inheritance Based on the Contribution of Heirs in the Perspective of Islamic Law: A Study on the Community of Ngentak Hamlet, Murtigading Village, Sanden District, Bantul

    Thumbnail
    View/Open
    22421089.pdf (4.500Mb)
    Date
    2026
    Author
    S, Mochammad Rival Mustaba
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pembagian warisan dalam hukum Islam telah diatur secara tegas oleh ketentuan faraidh, yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Namun, dalam praktik sosial, beberapa masyarakat Muslim membagi warisan dengan mempertimbangkan kontribusi ahli waris kepada ahli waris selama hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembagian warisan berdasarkan kontribusi ahli waris di Dusun Ngentak, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, dan menganalisis praktik tersebut dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ahli waris, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, disertai dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori faraidh, maslahah, dan 'urf sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Ngentak membagi warisannya tidak sepenuhnya berdasarkan ketentuan faraidh, tetapi melalui musyawarah keluarga dengan mempertimbangkan kontribusi ahli waris, seperti pengasuhan orang tua, pengelolaan aset, dan tanggung jawab ekonomi. Praktik ini dipandang oleh masyarakat sebagai bentuk keadilan distributif untuk menjaga kerukunan keluarga. Dari perspektif hukum Islam, pembagian warisan berdasarkan sumbangan tidak dibenarkan jika mengubah bagian faraidh yang telah ditetapkan oleh qat'i. Namun, praktik tersebut dapat ditoleransi jika dilakukan setelah pembagian faraidh atau melalui mekanisme syariah seperti hibah seumur hidup, wasiat paling banyak sepertiga harta benda, atau perjanjian damai (tashaluh) antara ahli waris. Penelitian ini berkontribusi secara akademis untuk memperkaya kajian hukum warisan Islam kontemporer, terutama terkait hubungan antara norma syariah, adat istiadat lokal, dan konsep keadilan sosial dalam masyarakat Muslim Indonesia.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63769
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV