Analisis Pengaruh Dana Keistimewaan Terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari peran kebijakan
fiskal, arus investasi, dan dukungan infrastruktur yang memadai. Di Daerah
Istimewa Yogyakarta, keberadaan Dana Keistimewaan sebagai instrumen khusus
daerah otonomi menjadi faktor yang menarik untuk dikaji bersama dengan sumber
pendanaan lainnya serta perkembangan investasi dan infrastruktur baru seperti
Bandara YIA. Penelitian ini berupaya menelaah bagaimana berbagai faktor tersebut
berhubungan dengan perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif berbasis data panel,
dengan model Fixed Effect sebagai hasil seleksi model terbaik. Variabel yang
dianalisis meliputi Dana Keistimewaan, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi
Umum, Dana Alokasi Khusus, Belanja Daerah, investasi dalam negeri, investasi
asing, sektor pariwisata, serta keberadaan Bandara YIA sebagai representasi
infrastruktur strategis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas fiskal daerah
melalui PAD serta dukungan transfer pusat dalam bentuk DAU dan DAK memiliki
keterkaitan yang nyata dengan pertumbuhan PDRB. Investasi asing dan operasional
Bandara YIA juga tampak memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi
regional. Sebaliknya, Dana Keistimewaan, belanja daerah, investasi domestik, dan
sektor pariwisata belum memperlihatkan hubungan yang signifikan selama periode
pengamatan. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa besarnya alokasi anggaran tidak
secara otomatis menjamin peningkatan output ekonomi, melainkan sangat
dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan dan arah pemanfaatannya. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa penguatan kemandirian fiskal,
peningkatan efektivitas belanja publik, serta penciptaan iklim investasi yang lebih
produktif menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan
ekonomi daerah.
