Evaluasi Kesesuaian Elemen Fasad Bangunan Baru terhadap Peraturan Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta (Studi Kasus : Penggal Jalan Margo Utomo, Malioboro, dan Margo Mulyo Periode Pembangunan Tahun 2022)
Abstract
Kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta merupakan lanskap budaya Warisan Dunia dengan
nilai historis, filosofis, dan visual yang tinggi. Peningkatan pembangunan bangunan baru
pada koridor Jalan Margo Utomo, Malioboro, dan Margo Mulyo berpotensi mempengaruhi
integritas visual kawasan. Meskipun telah terdapat regulasi arsitektur kawasan melalui Perda
DIY No. 1 Tahun 2017 dan Pergub DIY No. 48 Tahun 2023, implementasinya belum
didukung oleh instrumen evaluasi yang operasional dan terukur. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi tingkat kesesuaian elemen fasad bangunan baru terhadap ketentuan regulasi
arsitektur kawasan sebagai instrumen operasional pelestarian visual. Pendekatan mixed
methods tipe explanatory sequential (kuantitatif→kualitatif) digunakan melalui observasi
lapangan, dokumentasi visual, studi regulasi, serta analisis kuantitatif dengan sistem skoring
ordinal (0–4) berbobot. Elemen yang dianalisis meliputi sosok bangunan, atap, badan,
bukaan, kaki, material, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian
fasad bervariasi sebagai akibat dominasi adaptasi massa tanpa konsistensi bukaan dan detail.
Sosok bangunan dan bentuk atap merupakan faktor paling dominan, sementara
ketidaksesuaian paling sering terjadi pada ritme bukaan dan detail arsitektur kontemporer.
Penelitian ini berkontribusi dengan mengembangkan model evaluasi fasad berbasis regulasi
yang operasional dan terukur, sebagai instrumen untuk mendukung pengendalian desain dan
menjaga integritas visual kawasan heritage
