• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Melalui Metode Hiradc dan Metode JSA (Studi Kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah)

    Thumbnail
    View/Open
    21511249.pdf (3.687Mb)
    Date
    2026
    Author
    Febrian, Nanda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Industri konstruksi dikenal memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada tahapan pekerjaan struktur yang melibatkan aktivitas fisik berat dan ketinggian. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah yang memiliki potensi bahaya dan risiko pada pekerjaan kolom, balok, dan pelat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, menganalisis tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta merumuskan strategi pengendalian yang tepat untuk meminimalisir risiko kecelakaan di lokasi proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) untuk memetakan risiko secara menyeluruh, serta Job Safety Analysis (JSA) untuk menganalisis langkah kerja secara spesifik pada aktivitas yang memiliki tingkat risiko ekstrem. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko untuk menentukan tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya kecelakaan sebelum dan sesudah pengendalian. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 71 potensi bahaya dan 78 risiko pada pekerjaan struktur. Penilaian risiko awal menunjukkan komposisi tingkat risiko Kecil 33%, Sedang 61%, dan Besar 6%, di mana risiko Besar ditemukan pada pekerjaan scaffolding dan pembesian. Setelah diterapkan pengendalian risiko melalui pendekatan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan Alat Pelindung Diri (APD), tingkat risiko berhasil diturunkan secara signifikan menjadi dominan Risiko Kecil (95%) dan Risiko Sedang (5%), sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih aman.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63732
    Collections
    • Civil Engineering [4814]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV