Art Building untuk Komunitas Indie di Yogyakarta : Ruang Publik sebagai Media Kreatif untuk Ekspresi Seni Visual, Audio dan Kinestetik
Abstract
Art Building adalah ruang public yang menampung ekspresi seni visual, audio dan kinestetik dari komunitas indie. Komunitas indie berkembang sangat pesat di Yogyakarta, tetapi sayangnya tidak diikuti perkembangan fasilitas untuk mereka. Akibatnya mereka tidak memiliki fasilitas untuk berekspresi. Permasalahan umum yang muncul adalah bagaimana menciptakan ruang publik bagi komunitas musik indie, film indie, lomografi dan kelompok seni kinestetik yang mewadahi kegiatan ekspresi mereka dan sebagai jembatan social antara mereka dan masyarakat. Sedangkan yang menjadi permasalahan khusus adalah, pertama, bagaimana bentuk media kreatif bagi komunitas musik indie, film indie, lomografi dan kelompok seni kinestetik yang sesuai dengan karakter berekspresi mereka. Kedua, bagaimana bentuk Art Building yang menarik dan komunikatif bagi komunitas indie dan masyarakat. Perolehan data dilakukan dengan dokumentasi suasana kegiatan, pengamatan perilaku untuk menentukan Place-Centered-Map dan Person-Centered-Map, wawancara dan survei site. Metode pendekatan perancangan menggunakan lokasi ruang, yaitu berdasarkan keadaan fisik dan non-fisik di sekitar site. Kemudian akan ditentukan seperti apa media kreatif yang akan digunakan bagi komunitas indie, zoning kegiatan dan gubahan massa, dan penentuan fasade bangunan agar view menuju site menarik. Hasil perancangan berupa kawasan yang terdiri dari beberapa gubahan massa. Gubahan massa ini terdiri dari ruang pertunjukan musik, galeri untuk seni visual, tempat nonton film dan panggung tari dan teater, café, retail dan beberapa ruang service dan ruang pengelola. Terdapat open space yang menjadi central dari kawasan art building ini. Open space ini dapat menjadi ruang kreasi bersama bagi komunitas indie. Bentuk bangunan menggunakan tanda iconic yaitu dari bentuk kamera lomo dan bentuk lensa kamera. Selain itu juga menggunakan bentuk indexial yaitu dari penggunaan style arsitektural. Style yang dipilih adalah post-modem karena memiliki karakter yang sama dengan karakter ekspresi komunitas indie. Ekspresi bangunan diwujudkan dengan bentuk lengkung, wama mencolok, bentuk asimetris dan ornamen. Bentuk lengkungan juga digunakan pada media kreatif yaitu pada panggung tari dan teater dan galeri.
Collections
- Architecture [4012]
