Hubungan antara Keluarga Harmonis dengan Kecenderungan Kenakalan Remaja Pada Siswa Kelas XI SMU Al Islam I Surakarta
Abstract
Petelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara keluarga harmonis terhadap kecenderungan kenakalan pada remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang negatif antara keluarga harmonis dengan kecenderungan kenakalan remaja. Semakin tinggi tingkat keharmonisse keluarga maka semakin rendah kecenderungan kenekalan remaja. Namun apabila semakin rendah tingkat keharmonisan keluarga maka resiko anak untuk melakukan tindakan yang menjurus pada kenakalan remaja akan semakin tinggi. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja dengan karakteristik yaitu siswa kelas XI SMU A Islam I Surakarta tahun ajaran 2007/2008, berusia antara 16-17 tahun, laki-laki dan perempuan. Jumlah keseluruhan siswa yang dijadikan subjek adalah penelitian sebanyak 100 siswa. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kenakalan remaja yang disusun sendiri oleh peneliti mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Hurlock (1973) & Jensen (dalam Sarwono, 2002). Skala keluarga harmonis dalam penelitian ini disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan konsep teori yang dikemukakan Stinnet & Defrain (Calam Hawari, 1997) dan menggunakan kombinasi dari akala Verasari (2008). Metode analisis yang digunakan untuk murguji hipotesis menggunakan uji korelasi tata jenjang (rank order correlation coeficient) dari Sperman. Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar r = -0,106 dengan p = 0,147 (p>0,05). Hal ini berarti menunjukkan bahwa tidak ada hubungan negatif antara keluarga harmonis dengan kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas XI SMU AI Islam I Surakarta, sehingga hipotesis yang diajukan ditolak.
Collections
- Psychology [536]
