| dc.description.abstract | Ketersediaan air di suatu wilayah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain curah hujan,
air permukaan, air tanah, serta kondisi fisik wilayah tersebut. Analisis ketersediaan air di Sub DAS
Gajahwong menghadapi keterbatasan data dari Automatic Water Level Recorder (AWLR), sehingga
diperlukan metode alternatif untuk memperkirakan debit sungai. Oleh karena itu, metode FJ Mock
digunakan untuk melakukan simulasi debit sungai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan
penggunaan data bulanan dan data 15 harian dalam mengevaluasi kinerja metode FJ Mock dalam
memodelkan kondisi aliran Sungai Gajahwong serta menentukan nilai debit andalan Q80% dan
Q90%.
Tahapan penelitian dimulai dengan perhitungan curah hujan wilayah menggunakan metode
Polygon Thiessen. Selanjutnya dilakukan analisis evapotranspirasi dengan metode Penman
Modifikasi. Perhitungan debit sungai kemudian dilakukan menggunakan metode FJ Mock,
sedangkan tahap akhir penelitian meliputi analisis debit andalan dengan tingkat keandalan Q80%
dan Q90%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja metode FJ Mock dalam menghasilkan simulasi
debit melalui kalibrasi parameter tahunan menggunakan data bulanan lebih baik dibandingkan data
15 harian. Nilai koefisien korelasi pada simulasi debit bulanan sebesar 0,645 yang termasuk kategori
korelasi kuat, sedangkan pada data 15 harian sebesar 0,463 yang termasuk kategori korelasi cukup.
Simulasi debit menggunakan parameter hasil kalibrasi data bulanan menunjukkan korelasi kuat pada
pembangkitan data selama sembilan tahun (2012–2020), sedangkan data 15 harian menunjukkan
korelasi cukup selama sembilan tahun (2012–2020). Hasil analisis debit andalan Q80%
menunjukkan debit maksimum sebesar 3,163 m3/detik pada bulan Februari dan minimum sebesar
0,312 m3/detik pada bulan Oktober. Pada debit andalan Q90%, debit maksimum sebesar 3,010
m3/detik terjadi pada bulan Februari dan debit minimum sebesar 0,136 m3/detik pada bulan Oktober. | en_US |