| dc.description.abstract | Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sangat krusial dalam
industri konstruksi untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh pentingnya pengalokasian biaya SMKK secara detail berdasarkan pada
Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar
biaya serta persentase biaya SMKK pada Proyek Pembangunan Museum Makanan dan Busana
Nusantara dibandingkan dengan nilai total proyek.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan objek studi di Yogyakarta.
Data primer diperoleh melalui wawancara dengan manajemen proyek, sementara data sekunder
berupa shop drawing dan komponen biaya SMKK yang mengacu pada peraturan yang berlaku.
Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara menghitung volume pekerjaan, harga satuan bahan
dan pekerja, serta analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) untuk mendapatkan rencana anggaran
biaya (RAB) SMKK secara detail.
Hasil penelitian menunjukkan total biaya SMKK yang dibutuhkan adalah Rp 594.772.492,94
atau 2,296% dari nilai total proyek sebesar Rp 25.909.984.000,00. Secara rinci, biaya SMKK
pekerjaan struktur mencapai Rp 410.676.878,68 (1,585%), pekerjaan arsitektur Rp 94.510.840,51
(0,365%), dan pekerjaan MEP Rp 89.584.773,75 (0,346%). Komponen biaya terbesar terdapat pada
Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD) dengan persentase 57,286%. | en_US |