Show simple item record

dc.contributor.authorAl Fajri, La Ode Adnan Riziq
dc.date.accessioned2026-06-24T03:37:50Z
dc.date.available2026-06-24T03:37:50Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63682
dc.description.abstractPembangunan perumahan memerlukan perencanaan yang matang agar menghasilkan hunian yang layak, baik secara teknis, maupun finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis dan finansial pembangunan perumahan layak huni. Analisis kelayakan teknis dilakukan untuk mengetahui kemampuan proyek untuk dapat dilaksanakan secara fisik maupun operasional, yang dibagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor primer, sekunder dan tersier. Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui kemampuan proyek untuk dapat dibiayai dan mengetahui keuntungan yang diperoleh, yang dianalisis menggunakan empat metode, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period (PP), yang disusun berdasarkan proyeksi arus kas (cashflow) proyek perumahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara teknis pembangunan perumahan telah memenuhi persyaratan baik dari faktor primer, sekunder dan tersier. Secara finansial, hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Net Present Value (NPV), bernilai positif sebesar Rp1.599.273.497,701 (NPV > 0), nilai IRR sebesar 30,484% yang lebih besar dari Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sebesar 14%, dimana MARR disusun berdasarkan suku bunga investasi tanpa risiko (i), biaya tambahan untuk mendapatkan investasi (Cc) dan faktor risiko proyek (α). Selanjutnya nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,129 (PI > 1), serta Payback Period (PP) selama 28 bulan yang lebih singkat dibandingkan durasi proyek selama 36 bulan. Dengan demikian, pembangunan perumahan dinyatakan layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek kelayakan teknis maupun kelayakan finansial. Kelayakan teknis dan kelayakan finansial memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana pemenuhan pada kelayakan teknis berbanding lurus atau searah dengan tingkat keuntungan pada kelayakan finansial. Hasil analisis juga menunjukkan tingkat pemenuhan kelayakan teknis pada tiap faktor yaitu primer, sekunder, dan tersier memengaruhi tingkat keuntungan dari segi kelayakan finansial. Semakin terpenuhi tiap faktor pada kelayakan teknis, maka tingkat keuntungan pada kelayakan finansial semakin tinggi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKelayakan Teknisen_US
dc.subjectKelayakan Finansialen_US
dc.subjectPerumahan Layak Hunien_US
dc.subjectNPVen_US
dc.subjectIRRen_US
dc.subjectPIen_US
dc.subjectPPen_US
dc.titleAnalisis Kelayakan Teknis dan Finansial Pembangunan Perumahan Layak Huni (Studi Kasus: Perumahan Aswana Residence, Mlati, Sleman, D.I. Yogyakarta)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511029


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record