Analisis Pengaruh Kebijakan Sustainable Livelihood Terhadap Variasi Capaian PDRB Per Kapita di Provinsi Jawa Tengah
Abstract
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting
yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi daerah. Variasi capaian PDRB per
kapita di Provinsi Jawa Tengah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui PDRB
serta mendalami evaluasi kebijakan sustainable livelihood yang diterapkan di Provinsi
Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menerapkan model regresi
data panel yang menggabungkan data deret waktu (tahun 2017–2023) dengan data lintas
wilayah (35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah) menggunakan program Eviews 10.
Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel UMKM tidak berpengaruh terhadap
PDRB per kapita. Sedangkan variabel Angkatan Kerja menjadi variabel paling dominan
dan signifikan terhadap PDRB per kapita. Secara simultan semua variabel independen
yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita.
Analisis koefisien determinasi dalam penelitian ini dapat menjelaskan PDRB per kapita
sebesar 99,4% sedangkan 0,6% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model seperti
IPM, tingkat kemiskinan, dan kualitas infrastruktur. Pemerintah perlu membangun
ekosistem pendukung yang lebih lengkap, seperti penyediaan pusat pelatihan keterampilan
digital, pendampingan dalam pengelolaan toko daring, fasilitasi akses ke marketplace
nasional maupun internasional, serta perbaikan layanan logistik dan sistem pembayaran
digital
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa PDRB per kapita sangat dipengaruhi oleh
Angkatan Kerja. Implikasi temuan pada penelitian ini bagi pemerintah kabupaten/kota di
Provinsi Jawa Tengah yaitu pemerintah perlu mengarahkan fokus pada pengembangan UMKM yang benar‐ benar berkualitas melalui program pembinaan UMKM unggulan
yang menekankan penguatan kemampuan manajerial, kemudahan akses pembiayaan,
peningkatan standar kualitas produk, serta dukungan perluasan pasar. Dengan cara
tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga mampu
memberi kontribusi yang lebih nyata terhadap peningkatan PDRB per kapita.
