| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan dengan desain kualitatif studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui dinamika kondisi jatuh cinta pada kaum homoseksual pria (gay). Jatuh cinta adalah ketertarikan interpersonal yang sangat kuat karena evaluasi yang sangat positif terhadap seseorang. Jatuh cinta umumnya terjadi antara laki-lai dan perempuan, akan tetapi kaum homoseksual juga mengalami hal ini. Responden penelitian ini adalah tiga orang laki-laki penyuka sesama jenis atau yang lebih dikenal dengan sebutan gay berusia 21 dan 22 tahun. Ketiga responden pernah mengalami jatuh cinta dan menjalin hubungan romantis berkali-kall dengan beberapa laki-laki. Perasaan jatuh cinta yang muncul juga dipicu berbagai faktor kognitif dan sosial. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam atau indepth interview. Analisis data menggunakan content analysis berupa pengkodean terbuka dan kategorisasi kemudian analisis data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jatuh cinta terbentuk dari interaksi antar faktor dengan berbagai variasi yang juga ditemui pada hubungan heteroseksual seperti kedekatan fisik, peristiwa yang menyebabkan ketegangan emosional tertentu, daya tarik fisik, kesamaan dan perbedaan serta hubungan timbal balik. Selain itu ditemukan bahwa interaksi tidak langsung, lingkungan sosial dan kontak fisik dapat menjadi faktor penyebab timbulnya perasaan jatuh cinta pada responden. | en_US |