| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kontrol diri dengan perilaku minum-minuman keras pada remaja laki-laki. Asumsi awal yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kontrol diri dengan perilaku minum-minuman keras pada remaja laki- laki, dimana semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku minum-minuman keras. Sebaliknya semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi perilaku minum-minuman keras. Subjek dalam penelitian ini remaja yang berusia 13-21 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan pernah mengkonsumsi minuman keras minimal selama 3 bulan. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dengan metode skala yang terdiri dari dua skala yaitu (1) skała perilaku minum-minuman keras yang disusun berdasarkan teori Lavental dan Cleary (Nashori dan Indirawati, 2007), terdiri dari 42 aitem dengan koefisien korelasi aitem total bergerak antara 0.314-0.859 serta koefisien korelasi Alpha sebesar 0.958 dan (2) skala kontrol diri yang disusun berdasar teori Averill (Zulkarnain, 2002), terdiri dari 59 aitem dengan koefisien korelasi aitem total bergerak antara 0.330-0.913 serta koefisien korelasi Alpha sebesar 0.977. Metode analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Perhitungannya dilakukan dengan program SPSS 15.00 for windows. Hasilnya menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku minum-minuman keras pada remaja laki-laki (r 0.279; p=0.025, p<0.05). Tingkat kontrol diri subjek memberikan sumbangan sebesar 7,8% (r2 = 0,078) terhadap perilaku minum-minuman keras. | en_US |