| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 99 orang laki-laki dan wanita dewasa yang sudah menikah dan tinggal di Dusun Cikelet. Subjek yang dipilih adalah subjek yang berusia antara 22-75 tahun. Pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala gaya kelekatan aman dan skala resiliensi. Skala gaya kelekatan aman disusun peneliti dengan memodifikasi skala gaya kelekatan aman oleh Julianto (2009), berdasarkan karakteristik gaya kelekatan aman yang mengacu pada Helmi (1998), yang terdiri dari 34 aitem. Skala resiliensi disusun peneliti dengan memodifikasi skala resiliensi oleh Vesdiawati (2008) berdasarkan aspek-aspek resiliensi yang dikemukankan oleh Reivich & Shatte (2000 yang terdiri dari 31 aitem. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Product Moment dari Pearson. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi (r = 0.584 dengan p=0.000 (p<0.05) → hipotesis diterima). Gaya kelekatan aman memiliki sumbangan efektif terhadap tingkat resiliensi sebesar 34.1%. | en_US |