Markas Brigade Infanteri TNI AD Kalimantan Timur "Integrasi Sistem Proteksi pada Bangunan dengan Aspek Berkelanjutan Sosial"
Abstract
Buku ini berisi laporan tugas akhir perancangan yang berjudul Markas Brigade Infanteri TNI AD Kalimantan Timur dengan penekanan integrasi sistem proteksi pada bangunan dengan aspek berkelanjutan sosial. Permasalahan yang dibahas pada laporan tugas akhir perancangan ini yaitu bagaimana merancang bangunan Markas Brigade Infanteri TNI AD yang aman dari bahaya aksi terorisme dan berintegrasi dengan aspek berkelanjutan secara sosial. Pembahasan masalah tersebut bertujuan untuk mencapai sebuah rancangan bangunan markas Brigade Infanteri TNI AD yang mampu memberikan keamanan bagi fungsi dan pengguna bangunan namun dapat berintegrasi dengan keadaan sekitar sehingga tetap berkelanjutan secara sosial. Persoalan desain yang akan diselesaikan antara lain adalah persoalan desain orientasi bangunan, sistem sirkulasi, penempatan elemen site, letak blok ruang, pola penempatan fungsi bangunan, serta perletakkan sistem sensor. Konsep desain program ruang didapatkan dengan analisis kebutuhan ruang sebuah markas dan kebutuhan ruang yang mewadahi kegiatan sosial. Sehingga pada bangunan ini ada sebuah ruang interface yang menghubungkan masyarakat pada ruang publik dengan tentara pada ruang privat. Orientasi bangunan mengarah pada barat daya ( permukiman) diupayakan untuk melindungi fungsi ruang privat yang terletak pada bagian belakang site. Perletakan bangunan telah diperhitungkan pada jarak aman guncangan ledakan bom dari luar site, dengan menambahkan sebuah kolam air yang mengelilingi site. Pola sirkulasi curved drivedway (mengelilingi bangunan) diperuntukkan bagi tentara, sedangkan pola sirkulasi T-turn diperuntukkan bagi publik, dalam upaya kecepatan jalur gerak kendaraan untuk pelarian diri jika terjadi ancaman. Elemen site (tempat duduk) pada ruang terbuka menggunakan motif 4 (empat) gelombang sebagai citra kawasan, yang juga difungsikan sebagai tempat peletakkan sistem sensor. Bangunan berbentuk segi enam yang dipadukan dengan bentuk pola penempatan ruang, yaitu cluster terpusat sebagai perwujudan ruang interface pada bagian pusat bangunan ini. Jendela pada fasad bangunan dilindungi dengan penggunaan roster motif batik dayak Kalimantan Timur, dalam upaya mengurangi efek ledakan terhadap material kaca. Penggunaan vegetasi pada fasad bangunan berfungsi sebagai penghalang pandangan penyerang.
Collections
- Architecture [4119]
