| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diversifikasi produk pembiayaan
terhadap sustainabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah di Indonesia. Sampel
penelitian berjumlah 154 BPRS atau sebanyak 5.496 periode kuartalan 2015-2023
dengan data sekunder BPRS berupa data laporan keuangan BPRS seluruh
kabupaten/kota di Indonesia bersumber Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan data
makroekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Diversifikasi produk
pembiayaan diukur menggunakan indeks Herfindahl-Hirschman (HHIFINA).
Variabel penjelas lainnya meliputi market power (Lerner), Aset, CAR, FDR, IHK,
PDRB, serta variabel dummy pandemi COVID-19 dan efek tahun. Sustainabilitas
BPRS diukur melalui indikator profitabilitas, efisiensi, risiko, dan stabilitas
keuangan. analisis dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu secara agregat (model
umum), berdasarkan lokasi oBPRS (Jawa dan luar Jawa), serta berdasarkan
ukuran bank (BPRS besar dan kecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara
umum HHIFINA berpengaruh positif terhadap ROA dan CIR, namun belum
secara konsisten menurunkan NPF dan memperkuat Z-score. Indeks Lerner
berpengaruh positif terhadap ROA, CIR, dan Z-score. CAR pengaruh positif
terhadap Z-score, dan berpengaruh negatif terhadap ROA. FDR berpengaruh
positif terhadap CIR dan NPF. Namun pengaruhnya terhadap stabilitas bersifat
kontekstual. IHK berpengaruh positif terhadap ROA dan Z-score. Sementara itu,
PDRB belum menunjukkan pengaruh yang konsisten terhadap ROA, NPF dan Z-
score. Asset berpengaruh positif terhadap ROA dan Z-score. COVID-19 terbukti
berdampak negatif terhadap ROA dan CIR. Berdasarkan lokasi, HHIFINA,
Lerner, Aset, CAR, FDR, IHK, dan PDRB, cenderung lebih kuat dan stabil pada
BPRS di Jawa dibandingkan luar Jawa. Di wilayah Jawa, variabel-variabel
tersebut tidak hanya meningkatkan ROA dan CIR, tetapi juga mampu menurukan
NPF dan meningkatkan Z-score. Sebaliknya, pada BPRS di luar Jawa, HHIFINA
dan FDR berpengaruh positif terhadap NPF. Sementara CAR, Lerner, dan PDRB
berpengaruh negatif terhadap Z-score. Berdasarkan ukuran bank, BPRS berukuran
besar menunjukkan HHIFINA, Lerner, Aset dan FDR berpengaruh positif
terhadap ROA dan CIR, meskipun tetap dihadapkan pada trade-off berupa
peningkatan NPF. CAR berpengaruh positif terhadap Z-score. Sebaliknya, pada
BPRS berukuran kecil, HHIFINA, FDR dan IHK berpengaruh positif terhadap
NPF dan negatif terhadap CIR. sementara CAR lebih mencerminkan idle capital
dan PDRB belum sepenuhnya tertransmisi terhadap peningkatan sustainabilitas.
Efek tahun menunjukkan bahwa sustainabilitas BPRS dipengaruhi oleh dinamika
waktu dan kondisi makroekonomi, sehingga strategi penguatan BPRS perlu
disesuaikan dengan wilayah, skala usaha, periode pengamatan, kaidah fiqih al
ghurmu bil al ghunm, serta maqasid al-syari‟ah. | en_US |