Show simple item record

dc.contributor.authorLestari, Lutfi Bangun
dc.date.accessioned2026-06-20T07:41:49Z
dc.date.available2026-06-20T07:41:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63595
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diversifikasi produk pembiayaan terhadap sustainabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah di Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 154 BPRS atau sebanyak 5.496 periode kuartalan 2015-2023 dengan data sekunder BPRS berupa data laporan keuangan BPRS seluruh kabupaten/kota di Indonesia bersumber Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan data makroekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Diversifikasi produk pembiayaan diukur menggunakan indeks Herfindahl-Hirschman (HHIFINA). Variabel penjelas lainnya meliputi market power (Lerner), Aset, CAR, FDR, IHK, PDRB, serta variabel dummy pandemi COVID-19 dan efek tahun. Sustainabilitas BPRS diukur melalui indikator profitabilitas, efisiensi, risiko, dan stabilitas keuangan. analisis dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu secara agregat (model umum), berdasarkan lokasi oBPRS (Jawa dan luar Jawa), serta berdasarkan ukuran bank (BPRS besar dan kecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum HHIFINA berpengaruh positif terhadap ROA dan CIR, namun belum secara konsisten menurunkan NPF dan memperkuat Z-score. Indeks Lerner berpengaruh positif terhadap ROA, CIR, dan Z-score. CAR pengaruh positif terhadap Z-score, dan berpengaruh negatif terhadap ROA. FDR berpengaruh positif terhadap CIR dan NPF. Namun pengaruhnya terhadap stabilitas bersifat kontekstual. IHK berpengaruh positif terhadap ROA dan Z-score. Sementara itu, PDRB belum menunjukkan pengaruh yang konsisten terhadap ROA, NPF dan Z- score. Asset berpengaruh positif terhadap ROA dan Z-score. COVID-19 terbukti berdampak negatif terhadap ROA dan CIR. Berdasarkan lokasi, HHIFINA, Lerner, Aset, CAR, FDR, IHK, dan PDRB, cenderung lebih kuat dan stabil pada BPRS di Jawa dibandingkan luar Jawa. Di wilayah Jawa, variabel-variabel tersebut tidak hanya meningkatkan ROA dan CIR, tetapi juga mampu menurukan NPF dan meningkatkan Z-score. Sebaliknya, pada BPRS di luar Jawa, HHIFINA dan FDR berpengaruh positif terhadap NPF. Sementara CAR, Lerner, dan PDRB berpengaruh negatif terhadap Z-score. Berdasarkan ukuran bank, BPRS berukuran besar menunjukkan HHIFINA, Lerner, Aset dan FDR berpengaruh positif terhadap ROA dan CIR, meskipun tetap dihadapkan pada trade-off berupa peningkatan NPF. CAR berpengaruh positif terhadap Z-score. Sebaliknya, pada BPRS berukuran kecil, HHIFINA, FDR dan IHK berpengaruh positif terhadap NPF dan negatif terhadap CIR. sementara CAR lebih mencerminkan idle capital dan PDRB belum sepenuhnya tertransmisi terhadap peningkatan sustainabilitas. Efek tahun menunjukkan bahwa sustainabilitas BPRS dipengaruhi oleh dinamika waktu dan kondisi makroekonomi, sehingga strategi penguatan BPRS perlu disesuaikan dengan wilayah, skala usaha, periode pengamatan, kaidah fiqih al ghurmu bil al ghunm, serta maqasid al-syari‟ah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiversifikasi Produk Pembiayaanen_US
dc.subjectMarket Poweren_US
dc.subjectSustainabilitas BPRSen_US
dc.subjectData Panelen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.titlePengaruh Diversifikasi Produk Pembiayaan terhadap Sustainabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah di Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20931019


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record