Hubungan antara Husnuzan dengan Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal yang Belum Menikah
Abstract
Fenomena meningkatnya kecemasan terhadap pernikahan pada dewasa awal yang populer
dengan istilah tren “marriage is scary” menunjukkan bahwa kesiapan menikah tidak hanya
dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga faktor psikologis dan spiritual individu. Salah
satu faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kesiapan menikah adalah husnuzan, yaitu
sikap berprasangka baik kepada Allah maupun kepada sesama. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji hubungan antara husnuzan dan kesiapan menikah pada dewasa awal yang belum
menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang
berjumlah 212 dewasa awal yang belum menikah. Studi ini menggunakan skala The Criteria
Marriage Readiness Questionnaire yang diadaptasi serta skala Husn Al-Zhann. Hasil analisis
studi ini menunjukkan bahwa husnuzan memiliki hubungan positif dengan kesiapan menikah
pada kelompok dewasa awal yang belum manikah. Husnuzan berperan sebagai mekanisme
psikologis yang membantu individu memandang pernikahan secara lebih positif serta
mengelola ketidakpastian masa depan dengan lebih adaptif. Temuan studi ini mengindikasikan
bahwa semakin positif persepsi individu dalam memandang diri, orang lain, serta Allah, akan
semakin besar kesiapan dalam menghadapi pernikahan di masa mendatang.
Collections
- Psychology [546]
