| dc.description.abstract | Yogjakarta terkenal dengan kota budaya, sehingga menjadi salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Namun jika dilihat dari segi olahraga khususnya sepakbola masyarakat Jogjakarta memiliki banyak pemain-pemain muda yang berbakat selain itu semakin banyaknya sekolah sepakbola (SSB) dan klub-klub amatir yang bermunculan di tiap-tiap kabupaten, juga menjadkan alasan kenapa jogja sangat membutuhkan suatu tempat/wadah yang memfasilitasi dengan baik, karena rata-rata SSB atau klub-klub tidak memiliki lapangan yang bagus baik dari ukuran atau pun kualtas rumputnya. Selain itu belum adanya basecamp latihan bagi tim yang dari luar kota yang bertanding ke Jogjakarta sehingga klub-klub kesulitan mencari lapangan yang bagus.,karena di Jogjakarta memiliki 4 tim yang berlaga di liga Indonesia pengembangan kawasan Kridosono sudah ada oleh pemerintah kota yaitu bersifat olahraga dan rekreasi yang menjadi dasar rancangan selain itu Stadion kridosono merupakan sejarah sepakbola DIY karena merupakan peninggalan kolonial belanda dan kini menjadi milik pemerintah yogjakarta.Kridosono sekarang hanya menjadi landmark yang tidak menarik, karena sering dipakai dengan fungsi yang berbeda-beda dengan perawatan yang terkesan seadanya. Oleh karena itu perancang mengambil pemikiran untuk memfasilitasi SSB, klub- klub kecil atau pun klub professional dengan menggunakan konsep bangunan multifungsi yang dapat mewadahi fungsi-fungsi yang berbeda sehingga dapat menampung minat dan bakat warga Jogjakarta di bidang olahraga sepakbola..untuk mendukung fungsi utamanya di butuhkan ruang penunjang yang bersifat komersial yang berfungsi menghidupkan suasana dan sebagai investasi.dengan menciptakan kridosono sebagai landmark kota jogjakarta yang menarik dan mempertimbangkan system sirkulasi yang aman dan nyaman. | en_US |