Show simple item record

dc.contributor.authorAriawan, Deddy Setyagus
dc.date.accessioned2026-06-20T06:35:14Z
dc.date.available2026-06-20T06:35:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63574
dc.description.abstractSepsis merupakan kegawatdaruratan medis dengan mortalitas tinggi dan beban biaya besar. Kompleksitas terapi meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs), sehingga diperlukan manajemen pengobatan yang optimal. Intervensi farmasi klinis berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan luaran klinis, namun bukti dalam sistem pembiayaan Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya intervensi farmasi klinis pada pasien sepsis dengan membandingkan biaya rawat inap, insidensi DRPs, dan luaran klinis. Studi kohort retrospektif dilakukan di RS AN-NISA Tangerang (Januari 2023– Agustus 2025) terhadap 350 pasien sepsis. Data diambil dari Neural Universal Healthcare Application (NUHA) dan unit keuangan rumah sakit berdasarkan klaim BPJS Kesehatan (INA-CBGs) serta biaya aktual rawat inap. DRPs diidentifikasi menggunakan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.0. Luaran klinis dinilai berdasarkan mortalitas, perbaikan status neurologis (Glasgow Coma Scale) dan lama rawat inap. Analisis data meliputi statistik deskriptif, regresi logistik dan linier, analisis survival (Cox regression), serta Cost Effectiveness Analysis (CEA) dengan perhitungan Cost Effectiveness Ratio (CER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil menunjukkan kelompok intervensi memiliki biaya per hari rawat inap yang lebih rendah, meskipun total biaya perawatan tidak berbeda signifikan. Analisis survival menunjukkan intervensi farmasi klinis secara signifikan meningkatkan kecepatan pemulangan pasien (HR 1,601; p=0,030). Insidensi DRPs pada kelompok intervensi adalah 24,3%, didominasi masalah terkait efektivitas terapi. Intervensi juga berkaitan dengan penurunan mortalitas yang signifikan (43,1% vs 79,1%; p<0,001). Hasil CEA menunjukkan nilai CER yang lebih rendah dan ICER yang menguntungkan, menempatkan intervensi farmasi klinis pada Kuadran I yang menunjukkan peningkatan biaya yang sebanding dengan manfaat klinis yang diperoleh. Intervensi farmasis klinis terbukti cost-effective dengan nilai tambah klinis- ekonomi, sehingga layak diintegrasikan dalam kebijakan pelayanan dan pembiayaan kesehatan nasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSepsisen_US
dc.subjectFarmasis klinisen_US
dc.subjectCost Effectivenessen_US
dc.subjectINA-CBGsen_US
dc.subjectDRPsen_US
dc.titleAnalisis Efektivitas Biaya dan Dampak Klinis Intervensi Farmasis Klinis pada Pasien Sepsis : Studi Komparatif di Rumah Sakit An-Nisa Tangerangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24924012


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record