| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji relevansi nilai informasi akuntansi yang
terdiri dari nilai buku ekuitas per saham (BVPS), laba per saham (EPS), dan arus
kas operasi per saham (OCFPS) terhadap harga saham perusahaan non-keuangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun buku 2024. Selain itu, penelitian ini
menganalisis peran pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG)
sebagai variabel moderasi dalam memperkuat hubungan antara informasi akuntansi
dan nilai pasar perusahaan.
Penelitian menggunakan pendekatan value relevance berbasis model Ohlson
yang dimodifikasi dengan memasukkan OCFPS dan pengungkapan ESG dalam
bentuk dummy berdasarkan keberadaan skor ESG pada database Refinitiv tahun
2024. Sampel penelitian terdiri atas 749 perusahaan non-keuangan yang dipilih
melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi
linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BVPS, EPS, dan OCFPS berpengaruh
positif dan signifikan terhadap harga saham. Pengungkapan ESG tidak berpengaruh
secara langsung terhadap harga saham, namun berperan sebagai pure moderator
yang memperkuat hubungan antara informasi akuntansi dan nilai pasar perusahaan.
Temuan ini menunjukkan bahwa relevansi nilai informasi akuntansi di pasar modal
Indonesia tetap kuat serta menjadi lebih bermakna ketika dikaitkan dengan
pengungkapan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi
konseptual dalam pengembangan literatur relevansi nilai dengan mengintegrasikan
faktor keberlanjutan sebagai mekanisme moderasi dalam konteks pasar
berkembang. | en_US |