Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Problem Focused Coping pada Penderita Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan problem focused coping pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Hipotesis awal yang digunakan adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan problem focused coping pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa maka semakin efektif problem focused coping yang dilakukan oleh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa; sebaliknya semakin rendah dukungan sosial yang diterima oleh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa maka semakin tidak efektif problem focused coping yang dilakukan. Subjek penelitian ini adalah penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa yang menjadi anggota dari perkumpulan penderita gagal ginjal Lentera. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode skala. Skala problem focused coping mengacu pada teori dari Lazarus dan Cohen (Sarafino, 1994) dan skala dukungan sosial mengacu pada teori Cohen dan Syme (Jumeriah, 2008). Skala problem focused coping berjumlah 40 aitem dengan indeks deskriminasi 0,338 sampai dengan 0,772 dan koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,936. Skala dukungan sosial berjumlah 34 aitem dengan indeks deskriminasi aitem mulai dari 0,360 sampai dengan 0,744 dan koefisien reliabilitas 0,927. Analsis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment pearson dengan dibantu program SPSS versi 17 for windows menunjukkan r = 0,725; p 0,000 (p<0,01). Hasil analisis data penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan problem focused coping pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi
hemodialisa.
Collections
- Psychology [2602]
