Show simple item record

dc.contributor.authorMaylinda
dc.date.accessioned2026-06-20T02:37:27Z
dc.date.available2026-06-20T02:37:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63545
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji peran Malaysia dalam pengembangan industri chip semikonduktor pada periode 2020-2024 di tengah perubahan geopolitik global, pergeseran rantai pasokan internasional, dan meningkatnya persaingan di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan kerangka Global Value Chain (GVC) dari Rory Horner untuk menganalisis posisi Malaysia dalam rantai nilai global serta kapasitas negara dalam mendorong transformasi industrinya. Analisis dilakukan melalui penelaahan peran pemerintah Malaysia dalam tiga peran utama, yaitu sebagai fasilitator, regulator, dan produsen, serta analisis terhadap implementasi National Semiconductor Strategy (NSS) yang diluncurkan pada tahun 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran negara melalui NSS menjadi pondasi penting bagi Malaysia untuk meningkatkan daya saing, memperluas aktivitas bernilai tambah tinggi, dan mengurangi ketergantungan pada aktivitas Assembly, Testing, and Packaging (ATP). Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa Malaysia masih menghadapi tantangan signifikan berupa keterbatasan talenta terampil, ketergantungan pada Foreign Direct Investment (FDI), tekanan geopolitik yang mempengaruhi stabilitas rantai pasokan, minimnya kapasitas penelitian dan pengembangan, serta lemahnya kemampuan hulu yang masih tertinggal dibandingkan negara lain.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMalaysiaen_US
dc.subjectIndustri Semikonduktoren_US
dc.subjectNational Semiconductor Strategy (NSS)en_US
dc.subjectGlobal Value Chain (GVC)en_US
dc.titlePeran Malaysia untuk Mengembangkan Industri Chip Semikonduktor dalam Global Value Chain (Gvc)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22323240


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record