Analisis Kecerdasan Bisnis Berdasarkan Konsep Recency, Frequency, Monetary dan Lifetime Kasus : (Toko Retail Batik)
Abstract
Perkembangan globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut
pelaku usaha ritel untuk mengoptimalkan pemanfaatan data pelanggan dalam
pengambilan keputusan strategis. Toko ritel batik sebagai objek penelitian masih
menghadapi permasalahan tingginya biaya pemasaran yang belum diimbangi
dengan efektivitas dan ketepatan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk
mengimplementasikan sistem Business Intelligence berbasis model RFM+
(Recency, Frequency, Monetary, dan Lifetime) yang dikombinasikan dengan
analisis K-Means Clustering guna menghasilkan segmentasi pelanggan yang lebih
akurat dan mendukung perumusan strategi pemasaran yang efisien. Data yang
digunakan berupa data historis transaksi pelanggan toko ritel batik di Kota
Magelang, yang mencakup informasi tanggal transaksi, frekuensi pembelian, nilai
transaksi, dan lama berlangganan. Pengolahan dan visualisasi data dilakukan
menggunakan Microsoft Power BI untuk menghitung skor RFM+, sedangkan
analisis klaster dilakukan menggunakan metode K-Means. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pelanggan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa segmen
utama, yaitu Champion, Potential Loyalist, At Risk, Lost, dan New Customer.
Segmen Potential Loyalist merupakan kelompok dengan jumlah pelanggan
terbanyak, sedangkan segmen Champion memiliki nilai kontribusi transaksi
tertinggi. Implementasi model RFM+ dan K-Means Clustering terbukti mampu
memberikan wawasan yang komprehensif mengenai perilaku dan nilai pelanggan.
Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh manajemen toko ritel batik untuk merancang
strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran, meningkatkan retensi pelanggan, serta
mengoptimalkan alokasi biaya pemasaran. Dengan demikian, penerapan Business
Intelligence berbasis data dapat meningkatkan efisiensi pemasaran dan daya saing
bisnis ritel batik.
Collections
- Industrial Engineering [2933]
