Hubungan Psychological Well Being dengan Work Life Balance pada Polisi
Abstract
Studi ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara psychological well-being dan
work-life balance pada anggota kepolisian di Polda X. Profesi kepolisian dikenal
memiliki karakteristik pekerjaan dengan tingkat tuntutan tinggi, jam kerja yang
panjang, serta risiko operasional yang besar, yang dapat memengaruhi keseimbangan
antara peran profesional dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Sebanyak 200 anggota
kepolisian yang bertugas di Polda X terlibat sebagai partisipan dan dipilih melalui
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Work-
Life Balance yang dikembangkan oleh Fisher, Bulger, dan Smith serta skala
Psychological Well-Being yang mengacu pada model Ryff. Data dianalisis
menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan
adanya hubungan positif yang signifikan antara psychological well-being dan work-life
balance (r = 0,740; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan pada kategori kuat. Temuan
ini mengindikasikan bahwa peningkatan psychological well-being berkaitan dengan
meningkatnya kemampuan anggota kepolisian dalam menjaga keseimbangan antara
tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan demikian, psychological well-being
dapat dipandang sebagai faktor internal yang berperan penting dalam mendukung
terciptanya work-life balance pada anggota kepolisian.
Collections
- Psychology [546]
