Formulasi dan Evaluasi Sediaan Snedds Kombinasi Ekstrak Kelor (Moringa Oleifera L.) dan Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dengan Menggunakan Metode Low Energy sebagai Obat Antikanker
Abstract
Kanker merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan alternatif terapi
dengan efikasi tinggi dan toksisitas rendah. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.)
dan benalu batu (Begonia medicinalis) memiliki potensi sitotoksik, namun
kelarutan air yang buruk membatasi bioavailabilitasnya. Penelitian ini bertujuan
untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan Self-Nanoemulsifying Drug
Delivery System (SNEDDS) kombinasi ekstrak kelor dan benalu batu menggunakan
metode low energy untuk meningkatkan aktivitas antikankernya terhadap sel HeLa.
Metode penelitian meliputi ekstraksi maserasi dengan etanol 70% dan standarisasi
ekstrak sesuai parameter mutu. Formulasi SNEDDS dilakukan dengan melakukan
optimasi perbandingan rasio minyak (isopropil miristat), surfaktan (Tween 80), dan
kosurfaktan (propilen glikol). Karakterisasi sediaan mencakup uji kelarutan, ukuran
partikel, indeks polidispersitas (PDI), potensial zeta, serta stabilitas termodinamik.
Aktivitas antikanker dievaluasi melalui uji sitotoksisitas in vitro dengan metode
MTT assay pada sel HeLa dan sel Vero kemudian menganalisis hasil guna
menentukan nilai IC50 dan indeks selektivitas (SI). Hasil menunjukkan bahwa
formula optimal (F1) mamapu melarutkan kombinasi ekstrak secara sempurna,
menghasilkan nanoemulsi jernih dan transparan dengan ukuran partikel 23,63 ±
0,15 nm, PDI 0,34 ±0,02, dan transmitansi 86,51%. Sediaan terbukti stabil secara
termodinamik dan tahan terhadap pengenceran. Uji aktivitas antikanker pada sel
HeLa menunjukkan nilai IC50 84,67 ± 10,9 μg/mL dengan selektivitas indeks 5,9,
yang dikategorikan sebagai sitotoksisitas selektif. Kesimpulannya, sediaan
SNEDDS metode low energy berhasil meningkatkan kelarutan senyawa aktif dan
memberikan efek sitotoksisitas yang potensial serta selektif (aman terhadap sel
normal).
Collections
- Master of Pharmacy [40]
