Show simple item record

dc.contributor.authorSaroyo, Citra Angelina
dc.date.accessioned2026-06-19T06:29:53Z
dc.date.available2026-06-19T06:29:53Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63517
dc.description.abstractDeklarasi darurat militer dilakukan oleh Presiden Yoon Seok-yeol sebagai pernyataan bahwa adanya keadaan yang mengancam stabilitas negara. Darurat militer ini terjadi karena adanya pola kebijakan yang menyebabkan kemunduran demokrasi dan ketidakstabilan nasional Republik Korea. Kemunduran demokrasi itu sendiri menjadi bagian dari proses yang berkembang sejak masa pemerintahan Presiden Yoon Seok- yeol, yang ditandai dengan adanya ketegangan antara pemerintah dan partai oposisi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kemunduran demokrasi yang menyebabkan deklarasi darurat militer tersebut serta peran Majelis Nasional yang didominasi partai oposisi dalam menjalankan pemerintahan. Penelitian ini menggunakan perspektif Executive aggrandizement sebagai kerangka pemikiran untuk mengidentifikasi pola-pola yang menyebabkan kemunduran demokrasi terjadi pada masa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder yang berbasis pada literasi laman resmi, jurnal, dan newspaper article. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penyempitan kekuasaan menyebabkan ketidakstabilan internal dari dalam sehingga mendatangkan fenomena besar untuk memperluas kekuasaan pemimpin yang kemudian menggunakan kepentingan nasional untuk melindungi citra pemimpin.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDeklarasi darurat militeren_US
dc.subjectMajelis Nasionalen_US
dc.subjectDemokrasien_US
dc.subjectKekuasaanen_US
dc.titleAnalisis Proses Deklarasi Darurat Militer Presiden Yoon Seok-yeol dalam Perspektif Executive Aggrandizementen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22323194


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record