Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Depresi pada Lanjut Usia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia. Hipotesis ini mengandung arti semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah depresi pada lanjut usia, sebaliknya semakin rendah dukungan sosial, semakin tinggi depresi pada lanjut usia. Subjek dalam penelitian ini adalah para lanjut usia yang tidak tinggal di panti sosial yang berusia 60 - 80 tahun; tidak dalam kondisi sakit parah/terminal; masih mempunyai rumah atau tempat tinggal; masih bisa berkomunikasi; tidak mengalami pikun dan gangguan pendengaran; dan bersedia menjadi responden. Subjek berjumlah 70 orang, yang berada di Yogyakarta, Pati, dan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 18-26 Agustus 2008. Adapun skala yang digunakan adalah skala Dukungan Sosial yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Weiss (Cutrona dkk, 1994) berjumlah 30 item. Sedangkan skala Depresi menggunakan alat ukur adaptasi dari Geriatric Depression Scale (GDS) oleh Adams et al (2004) berjumlah 19 item. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dari Spearman dengan fasilitas program SPSS 12.0 for windows untuk menguji apakah terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia. Korelasi product moment menunjukkan korelasi sebesar r = -0,343 dan p = 0,002 yang artinya ada hubungan negatif yang antara dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia. Jadi hipotesis penelitian diterima.
Collections
- Psychology [546]
