Hubungan antara Dukungan Sosial dan Kepercayaan Diri Mahasiswi Obesitas
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri mahasiswi obesitas. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri. Semakin tinggi tingkat dukungan sosial maka semakin tinggi tingkat kepercayaan dirinya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat dukungan sosial maka semakin rendah tingkat kepercayaan diri mahasiswi obesitas. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi Psikologi Universitas Islam Indonesia yang mengalami obesitas. Karakteristik usia berkisar antara 18-22 tahun. Adapun skala yang digunakan adalah skala dukungan sosial yang terdiri dari empat aspek, yaitu perhatian emosi, informasi, instrumental, dan penilaian positif (Johnson dan Johnson (1996), dan Smet (1994)). Koefisien reliabilitas alpha skala dukungan sosial sebesar 0,855. Sedangkan skala kepercayaan diri terdiri atas lima aspek, yaitu berpikir positif tentang diri, optimistis, toleransi terhadap orang lain, tanggungjawab, dan kemandirian (Waterman, 1988). Koefisien reliabilitas alpha skala kepercayaan diri sebesar 0,879. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis korelasi product moment dari Pearson melalui prosedur bivariate correlation dari program SPSS 11,0 for windows untuk menguji apakah terdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil analisis data dari Pearson pada program komputer SPSS 11,0 for windows, menunjukkan adanya korelasi yang sangat signifikan sebesar 0,649 dengan p = 0,000 (p<0,01), dengan sumbangan efektif sebesar 42,1%. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan positif dengan kepercayaan diri mahasiswi obesitas, maka hipotesis penelitian yang menyatakan ada hubungan positif antara dukungan sosial dan kepercayaan diri mahasiswi obesitas dapat diterima.
Collections
- Psychology [546]
