| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara sense of humor dengan kebosanan kerja pada karyawan. Asumsi awal dari dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara sense of humor dengan kebosanan kerja. Semakin tinggi sense of humor maka semakin rendah kebosanan kerja, dan semakin rendah sense of humor maka semakin tinggi kebosanan kerja. Subjek penelitian adalah adalah 46 karyawan pabrik PT. Pismatex Textile Industry yang berlokasi di kota Pekalongan yang memiliki karakteristik: umur 24 - 50 tahun, tingkat pendidikan minimal SMU/SMK dan lama bekerja minimal 6 bulan serta cenderung menghadapi pekerjaan yang monoton dan repetitif setiap harinya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan alat ukur berupa skala kebosanan kerja dan skala sense of humor (MSHS) dari Thorson, Powel, & Brider(1993) dalam Miller (2008) yang terdiri dari 18 aitem dengan skor corrected item- total correlation yang bergerak dari 0,362 sampai 0,605 dan skala kebosanan kerja yang mengacu pada teori kebosanan Siegel (1968) yang terdiri dari 44 aitem dengan skor corrected item- total correlation yang bergerak 0,316 sampai 0,730. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi negatif antara sense of humor dengan kebosanan kerja (r-0,711, p 0,000). Sense of humor memberikan sumbangan terhadap kebosanan kerja sebesar 50,6%. | en_US |