Pendidikan Seks Islami dan Perilaku Seksual
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan seks Islami dengan perilaku seksual pada remaja. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara pendidikan seks Islami dengan perilaku seksual pada remaja. Semakin tinggi pendidikan seks Islami yang diterima maka semakin rendah kecenderungan perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja. Subjek adalah siswa SMA di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman dengan rentang usia 15-18 tahun, sudah memiliki pacar atau pernah berpacaran, tinggal bersama dengan kedua orangtuanya, dan beragama Islam. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan teknik tersebut diperoleh 200 subjek. Skala yang digunakan ialah skala Perilaku Seksual yang disusun berdasarkan teori dari Nuss & Luckey (Sarwono, 1994) dan Desmita (2009), sedangkan skala Pendidikan Seks Islami disusun berdasarkan teori dari Suwaid (2010) dan Ath-Thuri (2007). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dari Spearman. Hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 17.00 menunjukan koefisien korelasi sebesar r = -0.606 dengan p = 0.000 (p < 0.01) yang menunjukan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara pendidikan seks Islami dengan perilaku seksual pada remaja. Jadi hipotesis yang diajukan diterima.
Collections
- Psychology [546]
