Dukungan Sosial dan Resiliensi pada Mu'allaf
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan positif antara dukungan sosial dengan resiliensi pada mu'allaf. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara dukungan sosial dengan resiliensi pada mu'allaf. Semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang ada pada diri mu'allaf semakin tinggi pula tingkat resiliensi yang dimiliki mu'allaf, sebaliknya semakin rendah tingkat dukungan sosial yang ada dalam diri mu'allaf, maka semakin rendah pula tingkat resiliensi yang dimilikinya. Subjek penelitian ini adalah mu'allaf yaitu orang yang berpindah agama dari nonmuslim menjadi seorang muslim atau orang yang baru masuk Islam, dengan jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 49 orang. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi yang disusun sendiri oleh penulis berdasarkan aspek-aspek resiliensi dari Reivich dan Shatte (2002), dan skala dukungan sosial yang disusun sendiri oleh penulis berdasarkan aspek-aspek dari dukungan sosial dari House (Conte dan Landy, 2004). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS 17,0 For Windows. Hasil analisis data dengan teknik korelasi Product moment dari Karl Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,461 p = 0,000 (p<0,01). Artinya, ada hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada mu'allaf. Hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi tingkat resiliensi pada mu'allaf dan sebaliknya semakin rendah tingkat dukungan sosial yang diperoleh maka semakin tinggi tingkat resiliensi pada mu'allaf. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Analisis koefisien determinasi pada korelasi antara dukungan sosial dengan resiliensi pada mu'allaf menunjukkan angka sebesar 0,213, berarti dukungan sosial memberikan sumbangan sebesar 21,3% terhadap resiliensi.
Collections
- Psychology [536]
