| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kompetensi interpersonal dengan penyesuaian diri pada remaja yang orang tuanya mengalami mutasi kedinasan. Asumsi awal yang diajukan adalah ada pengaruh positif antara kompetensi interpersonal dengan penyesuaian diri pada remaja yang orang tuanya mengalami mutasi kedinasan, dimana semakin tinggi kompetensi interpersonal subjek, maka pengaruhnya terhadap penyesuaian diri akan semakin meningkat dan juga berlaku sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di perumahan militer berusia 11- 21 tahun, tidak dibatasi jenis kelamin maupun latar belakang agama. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diungkap dengan menggunakan metode angket dimana angket yang digunakan ada dua yaitu (1) Angket Penyesuaian Diri yang disusun berdasarkan karakteristik penyesuaian diri normal yang dikemukakan oleh Schneiders (1964), terdiri dari 38 aitem dengan koefisien korelasi aitem sahih bergerak antara 0.2509-0.5934 serta koefisien korelasi Alpha sebesar 0.8987 dan (2) Angket Kompetensi Interpersonal yang disusun dengan mengacu pada aspek-aspek kompetensi interpersonal yang dikemukakan oleh Buhrmester, dkk (1988) terdiri dari 23 aitem dengan koefisien korelasi aitem sahih bergerak antara 0.2683-0.6537 sarta koefisien korelasi Alpha sebesar 0.8452. Metode analisis yang digunakan adalah tehnik analisa perhitungan product moment dari Pearson. Perhitungannya dilakukan dengan bantuan program SPSS 10.0 for Windows. Hasilnya menunjukkan kompetensi interpersonal memberikan pengaruh yang sangat signifikan kepada penyesuaian diri remaja yang orang tuanya mengalami mutasi kedinasan (-0.504 dengan p<0.01). Tingkat kompetensi interpersonal subjek membrikan sumbangan sebesar 25.4% (0.254) terhadap penyesuaian dirinya. | en_US |