| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia perkawinan dan kepuasan seksual dengan keharmonisan perkawinan di daerah komunitas sumber utama pelacur dan faktor mana yang lebih besar kaitannya dalam keharmonisan perkawinan, faktor usia perkawinan atau kepuasan seksual. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 108 orang yang merupakan pasangan suami-istri dari daerah komunitas sumber utama pelacur, cara pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan 2 alat ukur, yaitu: ISS Questionare yang diadaptasi dari Hudson (1981) dan skala keharmonisan perkawinan yang diadaptasi dari Fitriana (1994). Analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan yang sangat sigtnifikan antara usia perkawinan dan kepuasan seksual dengan keharmonisan perkawinan (R = 0,678, F = 44,565, P = 0,000 < 0,01), sedangkan jika dilihat secara terpisah, maka dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara usia perkawinan dengan keharmonisan perkawinan. ( Txy = 0,052, p = 0,597 0,05). Namun sebaliknya kepuasan seksual mempunyai hubungan yang positif dan meyakinkan dengan keharmonisan perkawinan. (rxy = 0,673, p=0,000 < 0,01). Dengan hasil tersebut, berarti usia perkawinan kurang berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan perkawinan, sedangkan kepuasan seksual merupakan faktor yang cukup menunjang dalam usaha untuk menciptakan keharmonisan perkawinan di komunitas sumber utama pelacur. Hal ini berarti bahwa faktor budaya dan kebiasaan seksual yang berbeda menyebabkan usia perkawinan kurang berpengaruh, karena di komunitas sumber utama pelacur pasangan usia muda dituntut untuk berumah tangga karena setelah menikah kemudian menjadi pelacur dan perilaku melacur itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan bukan sesuatu yang tercela. | en_US |