| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara hardiness dan sikap terhadap turnover pada karyawan Blandongan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara hardiness dan sikap terhadap turnover pada karyawan Blandongan. Semakin tinggi tingkat hardiness yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat sikap terhadap turnovernya, sebaliknya semakin rendah tingkat hardiness pada karyawan, maka semakin tinggi tingkat sikap terhadap turnovernya. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan karyawati di Blandongan. Subjek yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini berjumlah 58 orang. Alat ukur yang digunakan pada variabel hardiness ini mengacu pada teori dari Kobasa (Kreitner, 2001), sedangkan alat ukur pada variabel sikap terhadap turnover mengacu pada teori dari Mobley (1986). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS 17.0 for Windows. Hasil analisis data dengan tekhnik korelasi Product Moment dari Karl Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,644 dengan p = 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara hardiness dan sikap terhadap turnover pada karyawan Blandongan. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat hardiness yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat sikap terhadap turnovernya, sebaliknya semakin rendah tingkat hardiness maka semakin tinggi tingkat sikap terhadap turnover pada karyawan. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Analisis koefisien determinasi (r) pada korelasi antara hardiness dan sikap terhadap turnover pada karyawan Blandongan menunjukkan angka sebesar 0,415, berarti hardiness memberikan sumbangan sebesar 41,5% terhadap sikap terhadap turnover. | en_US |