| dc.description.abstract | Tugas seorang guru menuntut tanggung jawab yang cukup tinggi dan kualitas guru selalu dijaga dengan penilaian sertifikat pendidikan dari pemerintah. Namun, banyak guru yang tidak lolos sehingga menimbulkan stres. Hal ini diasumsikan bahwa guru-guru tersebut mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan, sehingga membutuhkan penerimaan diri untuk menghadapinya. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara penerimaan diri dan stres pada guru yang tidak lolos program sertifikasi guru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, melibatkan 71 guïu tidak lolos sertifikasi guru di Kecamatan Tempel, Ngaglik, Pakem dan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Skala penerimaan diri berdasarkan teori Sheererr (Cronbach, 1963), sedangkan alat ukur stres berdasarkan teori Cridder, dkk (1983).Analisis data menggunakan product moment dari Pearson untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerimaan diri dengan stres guru yang tidak lolos program sertifikasi guru. Hasil analisis menggunakan SPSS 18.0 for Windows dan menunjukkan nilai r = -0.481 dan p = 0.000, artinya ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan stres guru yang tidak lolos program sertifikasi guru. Sehingga hipótesis dalam penelitian ini diterima. | en_US |