Pengendalian Ketidakrataan Sliver Akrilik Melalui Optimasi Parameter Drawing pada Mesin Autoleveller di PT Hanil Indonesia
Abstract
Ketidakrataan sliver (Unevenness atau disimbolkan U%) merupakan salah satu
indikator utama kualitas pada proses pemintalan karena variasi massa yang tidak
terkendali dapat menurunkan mutu benang dan mengganggu stabilitas produksi.
Hasil observasi pada mesin Autoleveller (1.1P) di PT Hanil Indonesia menunjukkan
bahwa nilai U% sliver berada pada rentang 2,07–2,45, melebihi standar mutu
perusahaan sebesar 1,5–1,9, sehingga diperlukan upaya optimasi parameter proses
untuk meningkatkan kestabilan drafting dan efektivitas sistem autoleveller.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaturan parameter proses
drawing terhadap tingkat ketidakrataan (U%) sliver pada mesin Autoleveller (1.1P).
Penelitian dilakukan menggunakan metode percobaan dengan variasi parameter
proses melalui tiga perbaikan, yaitu pengaturan creel tension, delivery, dan
kombinasi keduanya. Pengujian ketidakrataan dilakukan menggunakan Uster
Tester 3. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan analisis varians
(ANOVA) dan Paired One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengaturan creel tension menurunkan nilai U% dari 2,07 menjadi 1,96; pengaturan
delivery memberikan penurunan lebih besar dari 2,45 menjadi 1,86; dan penurunan
paling optimal diperoleh melalui metode kombinasi, yaitu dari 2,11 menjadi 1,74,
yang telah memenuhi standar mutu perusahaan. Hasil uji ANOVA dan Paired One
Sample t-test menunjukkan bahwa perbedaan sebelum dan sesudah perbaikan tidak
berbeda signifikan secara statistik (p > 0,05), namun secara teknis terjadi perbaikan
mutu sliver yang nyata. Tidak ditemukan cacat berupa thin, thick, maupun neps
pada seluruh kondisi pengujian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan
bahwa optimasi parameter proses, khususnya melalui kombinasi creel tension dan
delivery setting, efektif dalam menurunkan nilai ketidakrataan sliver serta
meningkatkan stabilitas proses pemintalan pada mesin Autoleveller (1.1P).
Collections
- Textile Engineering [27]
