• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Textile Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Textile Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengendalian Ketidakrataan Sliver Akrilik Melalui Optimasi Parameter Drawing pada Mesin Autoleveller di PT Hanil Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    22526023.pdf (3.584Mb)
    Date
    2026
    Author
    Sakti, Diva Ibnu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ketidakrataan sliver (Unevenness atau disimbolkan U%) merupakan salah satu indikator utama kualitas pada proses pemintalan karena variasi massa yang tidak terkendali dapat menurunkan mutu benang dan mengganggu stabilitas produksi. Hasil observasi pada mesin Autoleveller (1.1P) di PT Hanil Indonesia menunjukkan bahwa nilai U% sliver berada pada rentang 2,07–2,45, melebihi standar mutu perusahaan sebesar 1,5–1,9, sehingga diperlukan upaya optimasi parameter proses untuk meningkatkan kestabilan drafting dan efektivitas sistem autoleveller. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaturan parameter proses drawing terhadap tingkat ketidakrataan (U%) sliver pada mesin Autoleveller (1.1P). Penelitian dilakukan menggunakan metode percobaan dengan variasi parameter proses melalui tiga perbaikan, yaitu pengaturan creel tension, delivery, dan kombinasi keduanya. Pengujian ketidakrataan dilakukan menggunakan Uster Tester 3. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan analisis varians (ANOVA) dan Paired One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan creel tension menurunkan nilai U% dari 2,07 menjadi 1,96; pengaturan delivery memberikan penurunan lebih besar dari 2,45 menjadi 1,86; dan penurunan paling optimal diperoleh melalui metode kombinasi, yaitu dari 2,11 menjadi 1,74, yang telah memenuhi standar mutu perusahaan. Hasil uji ANOVA dan Paired One Sample t-test menunjukkan bahwa perbedaan sebelum dan sesudah perbaikan tidak berbeda signifikan secara statistik (p > 0,05), namun secara teknis terjadi perbaikan mutu sliver yang nyata. Tidak ditemukan cacat berupa thin, thick, maupun neps pada seluruh kondisi pengujian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi parameter proses, khususnya melalui kombinasi creel tension dan delivery setting, efektif dalam menurunkan nilai ketidakrataan sliver serta meningkatkan stabilitas proses pemintalan pada mesin Autoleveller (1.1P).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63474
    Collections
    • Textile Engineering [27]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV