| dc.description.abstract | Latar belakang : ST-segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang menjadi penyebab utama
morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Pencegahan sekunder dengan terapi
antiplatelet dan antihiperlipidemia terbukti mampu menurunkan resiko kejadian
iskemik berulang. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menilai
kesesuaian peresepan kedua golongan obat tersebut pada pasien rawat jalan dengan
riwayat STEMI di RSUD Sleman.
Tujuan : Mengetahui gambaran peresepan serta tingkat kesesuaian antiplatelet dan
antihiperlipidemia dengan pedoman klinis pada pasien rawat jalan dengan riwayat
STEMI di RSUD Sleman.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional (potong
lintang). Data diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan di
RSUD Sleman periode Januari 2022 hingga Desember 2025. Sampel ditentukan
menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data
dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kesesuaian peresepan serta
inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara
karakteristik pasien dengan kesesuaian peresepan obat.
Hasil : Sebanyak 109 pasien STEMI di RSUD Sleman periode 2022–2025
dianalisis dalam penelitian ini. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki
(82,57%) dan berada pada kelompok usia ≥50–65 tahun (59,63%). Terapi
revaskularisasi yang paling banyak diberikan adalah fibrinolisis (47,71%), dengan
hipertensi sebagai komorbiditas tersering (44,04%). Sebagian besar pasien
menerima terapi antiplatelet ganda (80,73%), dengan tingkat kesesuaian terhadap
pedoman klinis sebesar 80,73%. Terapi antihiperlipidemia diberikan pada hampir
seluruh pasien (99,08%), didominasi oleh statin (94,50%), dan tingkat
kesesuaiannya juga mencapai 94,50%. | en_US |