Hubungan antara Keluarga Sakinah dan Kebersyukuran terhadap Kebermaknaan Hidup Remaja
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keluarga sakinah dan kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup pada remaja. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara keluarga sakinah dan kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup pada remaja. Semakin tinggi keluarga sakinah dan kebersyukuran maka semakin tinggi kebermaknaan hidup, semakin rendah keluarga sakinah dan kebersyukuran maka semakin rendah kebermaknaan hidup. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja akhir, yang dalam hal ini adalah mahasiswa Psikologi Universitas Islam Indonesia dalam status aktif, berusia 18 tahun sampai 23 tahun, yang terdiri dari pria dan wanita. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang diadaptasi dari skala kebermaknaan hidup oleh Kurniawan & Agustina (2006), disusun dengan mangacu pada aspek-aspek kebermaknaan hidup yang dikemukakan oleh Antonovsky (Agustina, 2006), dan aspek-aspek kebermaknaan hidup dari Frankl, Crumbaught dan Maholick (Koeswara, 1992). Skala keluarga sakinah di adaptasi dari skala keluarga sakinah oleh Kurniawan & Verasari (2008) berdasarkan aspek-aspek Mawaddah dan Rahmah yang dirumuskan oleh Shihab (2007). Sedangkan skala kebersyukuran merupakan adaptasi dari skala kebersyukuran oleh Uyun & Muthmmainah (2008), berdasarkan aspek-aspek syukur dari Al-Jauziyah (2006). Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar r = 0,463 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,01) untuk variabel bebas keluarga sakinah dengan variabel tergantung kebermaknaan hidup, dan keofesian korelasi sebesar r = 0,379 dengan taraf signifikansi p = 0,001 (p < 0,01) untuk variabel bebas kebersyukuran dengan variabel tergantung kebermaknaan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif yang sangat signifikan antara keluarga sakinah dan kebersyukuran terhadap kebermaknaan hidup remaja sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel keluarga sakinah dan kebersyukuran terhadap variabel kebermaknaan hidup sebesar 35,8% yang berarti masih ada 64,2% faktor lain yang mempengaruhi kebermaknaan hidup.
Collections
- Psychology [536]
