| dc.description.abstract | Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia menerapkan
kebijakan hilirisasi melalui larangan ekspor bijih nikel dan kewajiban
pembangunan smelter untuk meningkatkan nilai tambah domestik. Implementasi
kebijakan ini memperkuat kebutuhan Indonesia terhadap investasi, teknologi,
serta kemitraan strategis, terutama dengan Tiongkok sebagai negara yang
memiliki kepentingan besar dalam memperoleh pasokan nikel bagi industri baja
nirkarat dan baterai kendaraan listrik. Dengan menggunakan teori Kerja Sama
Internasional yang dikemukakan oleh K.J. Holsti, penelitian ini mengkaji
bagaimana kepentingan bersama, tujuan yang saling terkait, serta landasan
perjanjian dan transaksi bilateral membentuk pola kerja sama antara Indonesia dan
Tiongkok dalam sektor pengolahan nikel. kerja sama kedua negara terbentuk
karena kesesuaian kepentingan, Indonesia membutuhkan investasi dan teknologi,
sedangkan Tiongkok membutuhkan pasokan nikel yang stabil. Hilirisasi
membawa dampak positif bagi Indonesia, seperti peningkatan ekspor nikel
olahan, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan industri baterai, sementara
Tiongkok memperoleh kepastian pasokan mineral. | en_US |