| dc.description.abstract | Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan populasi perkotaan telah menimbulkan
berbagai tantangan dalam pengelolaan lingkungan, dengan permasalahan persampahan
menjadi salah satu isu paling mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan
dan komposisi sampah di Pasar Blimbing Kota Malang sebagai dasar perencanaan sistem
pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan survei lapangan dengan pengukuran langsung
sesuai SNI 3964:2025 selama 8 hari berturut-turut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa sampah di Pasar Blimbing memiliki potensi sampah mencapai 2,94 ton/hari atau
setara 13,11 m3/hari, dengan rata-rata 1,46 kg/pedagang/hari dari total 2.010 pedagang.
Komposisi sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 65,24% berdasarkan berat, yang
berpotensi diolah menjadi kompos. Perencanaan fasilitas Lokasi Pengolahan Sampah Pasar
(LPSP) membutuhkan luas lahan minimal 289,59 m2 dengan pengolahan sampah organik
menggunakan metode aerator bambu sebanyak 19 unit pada area seluas 93,1 m2. Total
investasi awal (CAPEX) yang dibutuhkan sebesar Rp 501.185.000 dengan biaya operasional
(OPEX) sebesar Rp 25.708.499 per bulan. Sistem pengelolaan yang direkomendasikan
meliputi pemilahan sampah di sumber, sistem pengumpulan komunal tidak langsung dengan
frekuensi tiga kali sehari, serta pengolahan sampah organik berbasis pengomposan.
Implementasi sistem ini diharapkan dapat secara berkelanjutan meningkatkan efisiensi
pengelolaan sampah di Pasar Blimbing dan dapat diterapkan pada pasar tradisional dengan
karakteristik serupa. | en_US |