| dc.description.abstract | Sejak 12 Maret 2025, Australia dikenakan tarif oleh Amerika Serikat (AS) sebesar 25% pada
baja dan aluminium. Sebelum tarif diberlakukan oleh AS, Australia telah tergabung dalam
ANZUS, AUSFTA, dan AUKUS. Australia secara konsisten mengandalkan hubungan
bilateralnya dengan AS. Namun, Australia sempat gagal memperoleh pengecualian tarif. Oleh
karena itu, penelitian ini mengkaji determinan kegagalan Australia dalam diplomasi tarif
perdagangan bebas dengan AS pada 2022-2025. Rumusan masalah berupa, mengapa Australia
gagal melakukan diplomasi tarif perdagangan bebas dengan AS?. Penelitian ini menggunakan
kerangka pemikiran asymmetrical interdependence dari Keohane dan Nye. Asymmetrical
interdependence merupakan konsep yang menyoroti dua pihak yang saling membutuhkan tetapi
satu pihak mengalami ketergantungan yang lebih besar, maka pihak tersebut cenderung memiliki
daya tawar yang lebih lemah. Dalam konsep asymmetrical interdependence terdapat 3 sumber
independensi berupa militer, kerentanan non militer, dan sensitivitas non militer. Berdasarkan
kerangka pemikiran tersebut, temuan sementara menunjukkan bahwa Australia sempat gagal
dalam diplomasi tarif perdagangan bebas AS karena Australia belum memiliki independensi
militer, kerentanan nonmiliter, dan sensitivitas non militer. | en_US |