Chatbot IT Support Assistant for Badan Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia
Abstract
Peningkatan jumlah mahasiswa di Universitas Islam Indonesia mengakibatkan lonjakan
permintaan IT Support pada Badan Sistem Informasi yang mencapai ribuan pertanyaan per
bulan, menciptakan beban kerja berlebih bagi tim IT Support yang memiliki keterbatasan
sumber daya manusia dan waktu operasional terbatas pada jam kerja. Penelitian ini
mengembangkan sistem Chatbot IT Support BSI UII berbasis teknologi OpenAI dan Retrieval-
Augmented Generation untuk mengurangi beban kerja tim IT Support, mempercepat waktu
respon, dan menyediakan layanan dukungan 24 jam.
Metode penelitian prototipe diterapkan dalam tiga iterasi pengembangan dengan
implementasi arsitektur berlapis yang mengintegrasikan LangGraph sebagai orkestrator alur
kerja untuk klasifikasi maksud dan routing cerdas, OpenAI GPT-4o untuk pembangkitan
respon kontekstual dengan prompt engineering ketat anti halusinasi, Pinecone Vector
Database untuk pencarian semantik hybrid dengan metadata filtering, serta FastAPI,
PostgreSQL, Redis, dan Cloudflare R2 sebagai komponen pendukung. Sistem
mengimplementasikan Role-Based Access Control dengan tiga tingkatan peran Admin, Dosen,
Mahasiswa untuk membatasi akses dokumen berdasarkan tingkatan sensitivitas, serta
manajemen riwayat percakapan dengan Time-to-Live untuk kepatuhan privasi.
Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh 25 endpoint API lulus pengujian
dengan implementasi fitur kunci seperti hybrid search, RBAC, dan alur kerja LangGraph
berfungsi sesuai spesifikasi. Pengujian non-fungsional menunjukkan waktu respon rata-rata
sistem 2,06 detik memenuhi persyaratan di bawah 10 detik, sementara pengujian usabilitas
menghasilkan tingkat akurasi respon 4,56 dari skala 5 dengan 100% responden menyatakan
chatbot mempercepat waktu pencarian informasi.
Konfirmasi kualitatif dari tim IT Support BSI UII pada tanggal 17 Oktober 2025
memvalidasi bahwa sistem berhasil mengurangi beban kerja operasional terutama untuk
pertanyaan repetitif yang mencakup 60-70% dari total permintaan bantuan seperti panduan
reset password, prosedur akses Wifi kampus, dan informasi layanan IT dasar. Sistem terbukti
mampu beroperasi 24 jam tanpa batasan waktu operasional, mengeliminasi kendala jam kerja
yang sebelumnya menjadi hambatan utama dalam layanan IT Support konvensional, serta
memungkinkan pengguna memperoleh jawaban instan tanpa harus menunggu jam kerja atau
mengajukan tiket bantuan melalui email.
Collections
- Informatics Engineering [2572]
