Evaluasi dan Perencanaan Ulang Geometri Jalan pada Ruas Jalan Solo–Wonogiri KM 28,4–28,7 (Evaluation and Redesign of Road Geometry at Solo–Wonogiri Street KM 28.4–KM 28.7)
Abstract
Jalan raya merupakan prasarana dari transportasi darat yang menghubungkan antar wilayah. Dalam menjalankan fungsinya, jalan harus memberikan kenyamanan dan keamanan untuk pengguna yang melintas. Ruas Jalan Solo – Wonogiri Km 28,4 – 28,7 merupakan jalan provinsi yang menghubungkan provinsi Jawa Tengah dengan beberapa daerah di Jawa Timur. Kondisi jalan yang merupakan gabungan dua tikungan dengan arah yang berbeda dengan sedikit jalan lurus diantara keduanya, membuat pengendara akan terasa terdorong keluar tikungan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengevaluasi dan memperbaiki perencanaan geometri di tikungan gabungan balik arah ruas jalan tersebut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengukuran langsung kondisi geometri sebenarnya, mencakup lengkung horizontal dan vertikal, lebar lajur, dan lebar bahu menggunakan alat ukur theodolith, pengukuran kecepatan lapangan menggunakan metode Moving Car Observed (MCO), dan menghitung jumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut dengan cara countering. Selanjutnya dilakukan analisis menurut standar Bina Marga. Hasil analisis yang tidak memenuhi standar akan dilakukan perencanaan ulang geometri. Hasil analisis didapatkan kecepatan lapangan sebesar 62,42 km/jam. Terdapat beberapa bagian lajur dan bahu jalan yang tidak memenuhi standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 19. Tikungan tidak memenuhi standar jari – jari minimal untuk kecepatan lapangan 62,42 km/jam. Lengkung vertikal semua tikungan tidak memenuhi panjang minimal lengkung vertikal yang disyaratkan Badan Standarisasi Nasional. Volume lalu lintas harian rata-rata sebesar 24749,5 SMP/hari menunjukkan jenis jalan kolektor kelas III. Alinyemen horisontal tipe tikungan s-c-s dan s-s dengan jari-jari pada tiap tikungan 50 meter, 80 meter, 50 meter. Dalam kondisi tersebut yang kurang memenuhi syarat pada ruang bebas samping, jari- jari, kecepatan kendaraan dan jarak pandang. Dengan alasan ini maka dilakukan alternatif desain sesuai pedoman. Pada alternatif desain menggunakan kecepatan rencana 60 km/jam, sehingga menghasilkan alinyemen horisontal tipe tikungan s-c-s dan ss dengan jari-jari pada tiap tikungan 110 meter ruang bebas samping sebesar 8,85 meter. Jarak pandang henti sebesar 88,859 dan jarak pandang mendahului sebesar 362,738 kondisi ini sudah memenuhi syarat sesuai pedoman.
Collections
- Civil Engineering [4800]
