Kriteria Penilaian Kinerja Bank Sampah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Bank sampah dapat berperan sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan produk yang masa pakainya telah usai. Sehingga sebagian tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan sampah juga menjadi tanggung jawab masyarakat Kabupaten Sleman khususnya. Tujuan utama penelitian ini, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja suatu bank sampah dari apek teknis, sosial, ekonomi, lingkungan dan kelembagaan, mengidentifikasi kondisi eksisting bank sampah yang ada di kabupaten Sleman, menentukan standar penilaian kinerja bank sampah. Menentukan penilaian kualitas kinerja bank sampah di kabupaten sleman. Menentukan nilai pembobotan pada indikator yang digunakan sebagai acuan untuk memberikan nilai skoring pada bank sampah, penilaian diberikan berdasarkan hasil obesevasi dan kinerja bank sampah melalui wawancara, diskusi dan pengisian kuesioner. Berikut hasil penilian yang diberikan pada bank sampah yang memiliki Bank Sampah yang memiliki Bank Sampah yang memiliki Skor 249-310 dengan kelas Sangat Baik : Handayani (262), Apel (255), Mina Sembada (255), Sayuti Melik (249), Sawo Kecik (269), Griya Sapulidi (258), Mawar (253), Pamor Candi (203), Amrih Lestari (217). Sedangkan Bank Sampah yang memiliki Skor antara 187-248 dengan kelas Baik adalah : Kenanga (226), Gawe Resik (222), Pendulan Berseri (199), Mindo Rejeki (206), Pencasari (197), Anggrek (210), Fasabih Pokoh (202), Dadapan Berseri (199), Srikandi (215). Bank Sampah yang memiliki Skor 125-186 dengan kelas sedang : Wahana Praja (184), Sedekah Sampah (171).
Collections
- Environmental Engineering [1887]
