• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Gen Polimorfisme HTTLPR5 dan MAOA Terhadap Agresivitas Seseorang: A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    22711211.pdf (1.534Mb)
    Date
    2026
    Author
    Kuswandi, Firman Aulia Putra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Agresivitas merupakan perilaku kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Dua gen yang berperan penting dalam regulasi emosi dan impulsivitas adalah SLC6A4 (HTTLPR5) dan MAOA. Keduanya memiliki hubungan dengan sistem neurotransmiter serotonin dan monoamin. Variasi polimorfisme pada gen tersebut diduga memiliki hubungan terhadap agresivitas yang terjadi pada seseorang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Artikel yang diperoleh berasal dari 5 database dengan rentang publikasi 2019–2024. Dengan penggunaan kata kunci “Aggressiveness” OR “Aggression” AND “HTTLPR5” OR “5HTTLPR” OR “5-HTTLPR” OR “5- hydroxytryptamine transporter protein” OR “Serotonin Plasma Membrane Transport Proteins” AND “MAOA” OR “Monoamine oxidase A” AND “Gene Polymorphism” OR “Gene Polymorphisms” OR “Genetic Polymorphisms” OR “Genetic Polymorphism” dalam pencarian artikel. Hasil: Studi menunjukkan bahwa alel pendek (S) dari gen HTTLPR5 dikaitkan dengan peningkatan agresivitas, terutama pada individu yang mengalami stres atau kekerasan masa kecil. Sedangkan pada gen MAOA varian low-activity MAOA-uVNTR berhubungan dengan impulsivitas dan perilaku agresif, khususnya pada laki-laki. Kombinasi antara alel S (HTTLPR5) dan low-activity MAOA meningkatkan kerentanan terhadap perilaku agresif dibandingkan genotipe lain. Faktor lingkungan seperti pelecehan masa kecil, penyalahgunaan zat, dan perbedaan jenis kelamin juga berperan sebagai moderator ekspresi genetik. Kesimpulan: Hubungan signifikan antara polimorfisme genetik HTTLPR5 dan MAOA dengan tingkat agresivitas seseorang ditemukan pada studi ini, terutama pada individu yang memiliki faktor lingkungan tertentu. Pemahaman mengenai interaksi genetik ini daiharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan dan intervensi dalam bidang psikiatri, neuropsikologi, serta kedokteran forensik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63347
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV